Saturday, April 7, 2018

GOWES PRAJURIT GORAKA, BUKAN GOWES BIASA



Komandan Satrad 224 Kwandang, Mayor Lek Andri Putra bersama dengan anggota Satrad 224 Kwandang melakukan olah raga bersama sepeda santai, pada hari Jumat (6/4). Kegiatan ini diikuti oleh 11 personel Satrad 224 Kwandang, baik Perwira, Bintara dan Tamtama. Melaksanakan start dari Pintu Gerbang Kompleks Satrad 224 Kwandang, rombongan bergerak menuju Pos Pertama yaitu RSUD Zainal Umar Sadiki Gorut, dilanjutkan Pos Kedua Kompleks Kantor Bupati Gorut dan selanjutnya kembali menuju Kompleks. Sepanjang perjalanan Dansatrad 224 Kwandang senantiasa memimpin di depan, menambah semangat para anggota untuk tidak kalah mengayuh sepeda dengan Komandan. 




Rute yang ditempuh tidak hanya berupa jalan aspal, namun juga melewati jalan tanah berbatu, melintasi pematang sawah, bahkan melewati sungai-sungai. Bukan Gowes Biasa, demikian canda para peserta di sepanjang perjalanan. Walau panas menyengat, tapi semangat para peserta tidak luntur, bahkan seakan semakin membakar tenaga untuk makin kuat mengayuh pedal sepeda.



Kegiatan sepeda santai ini menurut Dansatrad 224 Kwandang baru awal, akan terus diintensifkan dan dilaksanakan dalam waktu waktu yang mendatang, sehingga kebersamaan personel dapat terjalin dengan baik dan juga kesehatan personel dapat tercapai.


Wednesday, August 2, 2017

Hari Bhakti TNI AU 2017

SATUAN RADAR 224 KWANDANG MERIAHKAN PERINGATAN HARI BHAKTI TNI AU 2017

Keluarga Besar Satrad 224 Kwandang

Dalam rangka Peringatan Hari Bhakti TNI AU 2017 pada tanggal 29 Juli 2017 Satuan Radar 224 Kwandang turut memeriahkan dengan melaksanakan Upacara Peringatan Hari Bhakti TNI AU 2017 di Lapangan Upacara Komplek Satrad 224 Kwandang yang bertempat di Jl. Trans Sulawesi, Gorontalo Utara. Pelaksanaan Hari Bhakti TNI AU 2017 ini dilaksanakan oleh seluruh Anggota Satrad 224 Kwandang.

Peringatan Hari Bhakti TNI AU, dilatar belakangi oleh dua peristiwa yang terjadi dalam satu hari pada 29 Juli 1947. Peristiwa Pertama, pada pagi hari, tiga kadet penerbang TNI AU masing-masing Kadet Mulyono, Kadet Suharnoko Harbani dan Kadet Sutarjo Sigit dengan menggunakan dua pesawat Cureng dan satu Guntei berhasil melakukan pengeboman terhadap kubu-kubu pertahanan Belanda di tiga tempat, masing-masing di kota Semarang, Salatiga, dan Ambarawa.

Peristiwa Kedua, jatuhnya pesawat DAKOTA VT-CLA yang megakibatkan gugurnya tiga perintis TNI AU masing-masing Adisutjipto, Abdurahman Saleh dan Adisumarmo. Pesawat Dakota yang jatuh di daerah Ngoto, selatan Yogyakarta itu, bukanlah pesawat militer, melainkan pesawat sipil yang disewa oleh pemerintah Indonesia untuk membawa bantuan obat-obatan Palang Merah Malaya.

Penembakan dilakukan oleh dua pesawat militer Belanda jenis Kittyhawk, yang merasa kesal atas pengeboman para kadet TNI AU pada pagi harinya. Untuk mengenang jasa-jasa dan pengorbanan ketiga perintis TNI AU tersebut, sejak Juli 2000, di lokasi jatuhnya pesawat Dakota VT-CLA (Ngoto) telah dibangun sebuah monumen perjuangan TNI AU dan lokasi tersebut juga dibangun tugu dan relief tentang dua peristiwa yang melatar belakanginya. Di lokasi monumen juga dibangun makam Adisutjipto dan Abdurachman Saleh beserta istri-istri mereka. (sumber: tni-au.mil.id)













Thursday, June 15, 2017

Latihan Pemadaman Kebakaran Satrad 224 Kwandang


KOMANDAN SATRAD 224 KWANDANG PIMPIN LATIHAN PEMADAMAN KEBAKARAN

Komandan Satrad 224 memberikan arahan kepada anggota sebelum melaksanakan Latihan PK

Dalam rangka melaksanakan program kerja Satrad 224 Kwandang, pada hari Kamis (15/6)  telah dilaksanakan latihan pemadaman kebakaran di Satrad 224 Kwandang. Kegiatan tersebut melibatkan seluruh personel Satrad dan dipimpin secara langsung oleh Komandan Satrad 224 Kwandang Mayor Lek Andri Putra.

Pelaksanaan latihan pemadaman kebakaran berada di lapangan sepak bola komplek Satrad 224. Adapun materi yang dibawakan adalah bagaimana cara menanggulangi bahaya kebakaran. Pelaksanaannya diawali dengan percobaan pemadaman kebakaran menggunakan Alpeka Konvensional, seperti pasir atau karung goni. Alpeka ini tergolong sangat kurang efektif untuk memadamkan api dengan intensitas yang besar.

Percobaan yang kedua adalah menggunakan cairan Bonpet Auto Fire yang dimana biasanya Alpeka ini diletakkan ditempat yang ada barang-barang elektronik. Bonpet ini akan bekerja ketika sebuah ruangan terbakar, temperatur di dalam tabung akan meningkat. Jika temperatur Bonpet mencapai ± 90° C atau suhu ruangan mencapai ± 290° C - 360° C, maka cairan kimia mulai menghasilkan gas dan tekanan gas akan mendesak tabung sehingga mengakibatkan kaca tabung pecah dan api dapat dipadamkan seketika. Bonpet ini juga dapat digunakan secara manual dengan langsung melemparkan kedalam sumber api atau dengan mengencerkan cairan Bonpet menggunakan Air 12L kemudian disiramkan kedalam sumber api.

Kemudian dilanjutkan dengan percobaan menggunakan APAR atau Alat Pemadam Api Ringan merupakan alat pemadam kebakaran yang mudah untuk dibawa dan dapat dioperasikan satu orang yang dilengkapi Alat Pengukur Tekanan (Pressure Gauge) yang berfungsi untuk menunjukkan tekanan pada tabung. Hal tersebut dapat membantu memudahkan kita untuk dapat mengontrol kinerja dari tabung pemadam. Untuk ukurannya Alat Pemadam Api Ringan memiliki berat dari 1-9Kg. Khusus untuk Tabung Pemadam Api berisi Carbon Dioxide memiliki berat 2-7Kg (Standar).

Dalam kesempatan tersebut dapat kita ketahui bersama bahwa pentingnya menanggulangi bahaya kebakaran yang dapat bermanfaat sebagai bekal seorang prajurit TNI AU dalam mengawaki Alutsista TNI AU khususnya dilingkungan Satrad 224 Kwandang. (mep)





Wednesday, December 7, 2016

Satrad 224 Kwandang ramaikan Pekan Raya Gorontalo 2016


Dalam rangka memeriahkan Peringatan HUT Ke-16 Provinsi Gorontalo, pada hari selasa (6/12) yang lalu telah resmi dibuka Pameran Pekan Raya Gorontalo (PRG) oleh Sekda Provinsi Gorontalo, Prof. Dr. Ir. Winarni Dien Monoarfa, MS, di Lapangan Taruna Remaja, Gorontalo.

Sekda Provinsi Gorontalo, Ibu Winarni menyampaikan bahwasanya pameran tersebut bertujuan untuk memberi informasi kepada masyarakat mengenai perkembangan selama setahun kinerja dari seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD), perguruan tinggi, UMKM, dan lembaga lainnya di bidang ekonomi, sosial, dan budaya. Tak lupa beliau berharap para pelaku UMKM juga dapat memanfaatkan momen tersebut, untuk mempromosikan produk-produk hasil kreasi terbaru selama pelaksanaan pameran.

Pameran ini mendapatkan dukungan penuh dari seluruh masyarakat Gorontalo, pemerintah kabupaten dan kota serta pihak swasta. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya jumlah peserta pameran yang mencapai 114 peserta, terdiri dari 37 SKPD, 13 instansi vertikal, 6 pemda kabupaten dan kota, 3 perbankan, 6 lembaga pendidikan, 18 pelaku usaha, 9 komunitas dan asosiasi, dan 23 UMKM. Termasuk di antaranya adalah Satuan Radar 224 Kwandang.



Stand Satrad 224 Kwandang berada pada slot 36 atau tepatnya berada di sisi timur Lapangan Taruna, dan berhadapan dengan stand Universitas Ichsan Gorontalo. Dalam pameran tersebut, Stand Satrad 224 Kwandang menampilkan beberapa informasi mengenai keberadaan Satrad 224 Kwandang agar warga Provinsi Gorontalo dapat mengetahui fungsi dan peranan Satrad 224 Kwandang, khususnya dalam menjaga kedaulatan wilayah NKRI, terutama di wilayah utara Sulawesi. Tak lupa ditampilkan pula video-video kegiatan TNI AU yang dapat mengajak masyarakat untuk lebih mengetahui tentang TNI Angkatan Udara.


"Stand biasanya ramai kalau malam, mungkin karena kalau siang hingga sore, masih banyak siswa yang bersekolah hingga hanya bisa malam berkunjung. Animo masyarakat cukup luar biasa, saya sampai agak kerepotan menjawab berbagai pertanyaan dari pengunjung stand. Lumayan capek, tapi senang juga rasanya", demikian disampaikan oleh Sertu Fuad Hasan, salah satu personil Satrad 224 Kwandang yang mendapat tugas untuk menjadi penjaga stand, dan diamini pula oleh Sertu Andi yang bergiliran jaga di hari lain.


Pameran Pekan Raya Gorontalo dijadwalkan akan berlangsung selama 5 hari, sampai dengan 11 Desember 2016. Bagi masyarakat Gorontalo, mari datang dan kunjungi Pameran PRG 2016, tak lupa silahkan singgah di stand Satrad 224 Kwandang.

Thursday, December 1, 2016

Apel Kebangsaan Nusantara Bersatu Provinsi Gorontalo, Demi Indonesia Satu



"Nusantara Bersatu, Indonesia Milikku, Indonesia Milikmu dan Indonesia Milik kita Bhineka Tunggal Ika", demikianlah tema Apel Kebangsaan Nusantara Bersatu yang diselenggarakan di Provinsi Gorontalo, tepatnya di Lapangan Taruna Remaja, Kota Gorontalo, pada Rabu pagi (30/11/2016). Apel yang juga dilaksanakan serentak di seluruh wilayah Indonesia ini bertujuan untuk menegaskan kebinekaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

Dalam pelaksanaan apel, bertindak selaku Perwira Upacara adalah Kasi RP Satrad 224 Kwandang, Kapten Lek Heri Nur Nugroho dengan Inspektur Upacara, Kapolda Gorontalo, Brigjen Rachmat Fudail. Sedangkan peserta apel berasal dari unsur Forkopimda Provinsi Gorontalo, pemuka adat, pemuka agama, tokoh masyarakat, aparat sipil negara (ASN), anggota TNI Polri di wilayah Gorontalo dan siswa siswi sekolah di Provinsi Gorontalo, serta sejumlah organisasi kemasyarakatan.

Dalam sambutannya, Kapolda menegaskan bahwasanya Indonesia merupakan negara besar yang beragam suku agama dan budaya. Juga ribuan pulau yang membentang dari Sabang sampai Merauke. Keberagaman ini adalah kekayaan yang tidak ternilai harganya. Namun, saat ini banyak masalah yang melanda Indonesia, terutama yang menyangkut persatuan dan kesatuan. Pada hakikatnya, perbedaan dan keberagaman yang ada harus diterima sebagai rahmat dan modal dalam mengukuhkan NKRI.

Dalam pelaksanaan apel ini juga ditegaskan empat konsensus dasar kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bineka Tunggal Ika, serta disampaikan empat poin yang menjadi janji dari seluruh peserta Apel Kebangsaan Nusantara Bersatu, yaitu :
pertama menjunjung tinggi Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia
kedua menghormati dan menghargai perbedaan suku, ras serta golongan demi persatuan dan kesatuan dalam berbagai suku bangsa dan Negara.
ketiga menjaga keamanan, ketertiban, mewujudkan kedamaian, toleransi, solidaritas dan silaturahmi antara sesama demi kemajuan bangsa, dan 
keempat memelihara semangat gotong royong serta berperan aktif demi terwujudnya masyarakat yang bermartabat dan menghindari kekerasan, perpecahan yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Apel Kebangsaan Nusantara Bersatu Provinsi Gorontalo diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin langsung Ketua FKUB Provinsi Gorontalo, KH. Abdul Rasyid Kamaru. Selanjutnya, diisi dengan atraksi kebudayaan dari berbagai wilayah Indonesia.